21 September 2015

Monday, September 21, 2015

Motor 4 Tak Kok Ngebul

Pernah nggak pas anda naik motor di kemacetan lihat motor jenis 4 tak ngebul..? pasti pernah kan...jangan sepelekan bila motor 4 tak anda ngebul alias berasap..bisa berabe deh tuh mesin kalo dibiarain lama-lama ngebul...bisa turun mesin ..tentunya akan keluar duit yang nggak sedikit lho...Kalo motor jenis 2 tak yamaha rx-king atau vespa lawas...ya memang harus berasap...karena itu hasil pencampuran oli dan bbm yang terbakar di ruang mesin...kalo motor 2 tak nggak berasap..malah tanda tanya tuh gaes...alias aneh.

Abis cari2 info di mbah gugel tentang masalah ini...akhirnya nemu deh info-nya disini cekidot berikut infonyah....


Penyebab utama masalah tersebut, kata Cucung, adalah silinder dan kepala silinder yang bermasalah. Bahkan, tak jarang ia menemukan volume oli mesin yang melebihi takaran juga menjadi penyebab timbulnya kepulan asap yang berlebihan itu.

Lantas apa saja penyebab silinder dan kepala silinder itu bermasalah? Bagaimana cara mengatasi masalah itu? Berikut penjelasan Cucung. 

1. Liner silinder tergores

Liner silinder merupakan komponen yang terdapat di bagian blok mesin. Perangkat ini berfungsi untuk melindungi bagian dalam silinder blok dari gesekan piston.

Pada saat mesin dinyalakan dan kepala piston yang bergerak maju-mundur atau naik-turun bisa menimbulkan goresan pada liner silinder. Luka gores tersebut menjadi celah bagi oli mesin untuk masuk ke ruang bakar.

“Akibatnya, saat mesin dinyalakan dan proses pembakaran terjadi, oli ikut terbakar sehingga menghasilkan asap pekat,” kata Cucung.

Untuk mengatasi hal itu, harus dilakukan penambahan ukuran atau istilah di kalangan penggemar modifikasi adalah oversizing. Namun, proses tersebut juga harus dibarengi dengan penggantian piston dan ring piston.


2. Piston dan ring piston aus

Piston atau kadang disebut istilah torak merupakan bagian dari mesin yang berfungsi sebagai penekan udara masuk dan penerima tekanan hasil pembakaran pada ruang bakar. Piston terhubung ke poros engkol atau crankshaft melalui setang piston atau istilah kerennya connecting rod.

Adapun ring piston ada dua jenis, yaitu ring kompresi dan ring oli. Ring kompresi berfungsi untuk pemampatan volume dalam silinder serta menghapus oli pada dinding silinder.

“Piston dan ring piston aus karena faktor usia pakai atau karena sebab-sebab lain akibat perawatan dan perlakuan terhadap motor yang tidak baik,” terang Cucung.

Bila keduanya rusak atau aus, selain menyebabkan kemampuan kompresinya menurun sehingga performa mesin loyo juga menyebabkan oli merembes ke ruang bakar, khususnya ring piston oli.

“Ring oli ini hanya terdapat di motor mesin empat tak, Sebab, pelumasan mesin dua tak menggunakan oli samping,” ujarnya.

Bila ternyata silinder masih bagus, tetapi piston dan ring piston telah aus, Anda harus mengganti keduanya.


3. Seal klep bermasalah

Pada umumnya, klep motor yang telah berumur di atas lima tahun yaitu tujuh tahun ke atas sangat rawan mengalami masalah. Semua motor yang bermesin empat tak dilengkapi klep.

Peranti itu berfungsi untuk mengendalikan gas buang dan masuk ke ruang bakar yang akan bercampur dengan bahan bakar minyak (BBM) yang telah disemburkan dari injektor atau karburator.

Sedangkan gas keluar adalah gas sisa hasil pembakaran di ruang bakar. Kedua jenis gas itu digerakkan oleh dorongan maju mundur piston dan dibatasi klep.

Sehingga bila seal klep atau bahkan klep itu sendiri aus atau rusak, maka oli yang melumasi piston akan merembes ke ruang bakar. Akibatnya, rembesan pelumas itu ikut terbakar saat proses pembakaran dan menimbulkan asap pekat dari knalpot.

Untuk mengatasi masalah itu mau tidak mau Anda harus menggantinya dengan yang baru. Sebab bila tidak permasalahan tidak akan pernah selesai karena peranti yang sudah aus tidak bisa digunakan lagi.


4. Volume oli yang berlebihan

Satu hal yang patut digarisbawahi, setiap produsen sepeda motor telah menetapkan kapasitas mesin dalam menampung oli. Begitu pun dengan pabrikan minyak pelumas yang telah mempertimbangkan hal tersebut.

Walhasil, dalam satu kemasan, baik kaleng maupun botol plastik, volume oli yang harus dituang ke mesin telah ditetapkan dengan pasti. Bila ada pemilik motor yang ingin menambah volume oli ke mesin dengan dalih agar gesekan antarkomponen mesin tidak terjadi, hal itu justru salah.

“Sebab oli yang melebihi takaran rawan masuk ke ruang bakar, terutama di saat mesin sudah panas dan oli semakin encer,” ujar Cucung.

Akibatnya, oli yang masuk ke ruang bakar ikut terbakar saat proses pembakaran terjadi. Hasilnya, asap pekat keluar dari knalpot.

penulis: ARIF ARIANTO
Loading...